Dua Kunci Sukses agar Satria Muda Juara IBL 2017/2018

Kesuksesan Satria Muda (SM) Pertamina bisa meraih juara Liga Basket Indonesia (IBL) 2018 sendiri tak lepas dari peran tiap elemen timnya, baik itu dari pelatih sampai dengan pemain lokal dan pemain asing.

SM pasalnya berhasil menggagalkan rencana dari Pelita Jaya untuk bisa mempertahankan juara IBL setelah mereka menang dengan skor 2-1. Di gim ketiga, Minggu (22/4) pekan lalu, Satria Muda mengakhiri pertandingan dengan kemenangan sebesar 69-64. Keberhasilannya menjadi juara musim ini bisa membuat mereka kembali ke tempat tertinggi pada kompetisi basket di level atas Indonesia ini.

Nah, sebenarnya ada 2 buah hal yang menjadi kunci kemenangan dari Satria Muda dalam upaya meraih gelar juara di musim ini. apa saja ketiga hal tersebut? berikut daftarnya.

Emosi Meluap dari Hardianus

Dalam pertandingan final yang pertama melawan Pelita Jaya, Hardianus sempat berhasil terpancing emosi oleh pemain bandar togel terpercaya keras tim yang diasuh oleh Johanis Winar. Pemain 26 tahun tersebut pun tidak segan memprotes keputusan dari wasit. Hal itu lah yang lantas membuatnya dengan sangat cepat mendapatkan 4 kali individual foul di kuarter terakhirnya.

Keagresifan Hardianus ini lah yang pasalnya membuat sejumlah pemain senior yang lainnya seperti misalnya Arki Dikania Wisnu dan Dodo kesal minta ampun. Mereka bahkan smapai mendorong dan juga ‘menampar’ badan Hardianus di tengah-tengah pertandingan.

Youbel, sang pelatih, juga demikian kesalnya dengan emosi Hardianus yang tidak terkontrol. Sehingga, Youbel meneriakinya tepat di depan wajahnya supaya dirinya sadar bahwa emosinya yang tak terkontrol tersebut bisa merugikan timnya. Namun demikian, Hardianus tetap juga dimainkan sampai foul out di pertengahan kuarter pertama keempat laga di final IBL.

Meskipun mesti keluar lapangan, Hardianus nampaknya memang memegang peranan yang sangat penting untuk timnya. Sebagai point guard, dirinya telah sukses menjalankan tanggung jawabnya dalam upaya mengatur serangan tim. Kontribusinya dalam hal menyumbang poin pun patut juga diacungi jempol.

Pada 3 laga final, ia mencatat total 29 poin atau yang paling banyak di antara pemain lainnya misalnya seperti Arki (24 poin) dan juga Avan Seputra (11 poin). Rata-rata ia mencatat 5 assist per gim sepanjang babak final. Dan ia juga menjadi pemain dengan catatan assist yang terbaik di sepanjang babak playoff.

Tangan Dingin Pelatih

Dari 3 laga final yang mana dihelat di Britama Arena dan juga Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), sang pelatih, Youbel Sondakh amat berperan besar pada hadirnya gelar juara Christian Ronaldo ‘Dodo’ Sitepu dan juga kawan-kawannya. Ini merupakan gelar IBL yang pertama Youbel semenjak ia ditunjuk menjadi pelatih kepala SM di akhir tahun 2016.

Di bawah tangan dinginnya, SM bisa menjadi tim dewa poker online yang sangat solid sepanjang musim IBL 2017/2018. Pada babak playoff, SM rata-rata mencatat 26.83 poin dalam tiap pertandingannya. Catatan itu adalah yang terbaik di antara tim-tim yang berhasil mencapai babak playoff seperti misalnya Stapac Jakarta, Pelita Jaya, Pacific Caesar, Garuda Bandung, dan Hangtuah Sumsel.

Ia juga merupakan pelatih yang sangat jeli dalam hal melihat karakter pemain. Hal ini pun terlihat dari kepercayaan yang diberikannya pada point guard, Hardianus dalam laga final pertama yang berlangsung di Britama Arena pada hari Kamis, 19 April 2018, malam.

Demikian lah 2 hal yang bisa mendongkrak permainan Satria Muda agar bisa lebih baik lagi.